Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Yang Menjadi Tanda Kebesaran Allah

 Yang Menjadi Tanda Kebesaran Allah




 

“Diantara tanda-tanda yang menunjukkan kepadamu akan adanya kekuasaan Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi adalah Dia dapat menghalangi kamu dari melihat kepada-Nya dengan apa yang tidak wujud bersama-Nya”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)

Ada banyak hal yang menjadi tanda kebesaran Allah yang perlu kita renungkan dan pikirkan, agar kita selalu ingat dan selalu berjalan di jalan Allah.Adalah sudah menjadi kelemahan manusia, bahwa ia tidak mampu melihat sesuatu yang di luar kemampuannya. Kita tentu ingat kepada kisah Nabi Musa a.s. yang langsung tersungkur pingsan begitu akan melihat Allah. Selama kita hidup di dunia, tak akan pernah bisa kita melihat-Nya walau hanya sekejap pun. Berbeda dengan sifat Allah, yang dengan kekuasaan-Nya bisa melihat di manapun kita berada. Dan tentang sifat Allah ini, tak ada sesuatupun yang menyerupai sifat-sifat-Nya.

Perhatikan firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Hadid ayat 3 yang artinya :
“Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Dhohir dan Yang Batin. Dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu”.

Juga dalam Surat Asy-Syuuraa ayat 7 :
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Kita dan segala apa yang ada di dunia ini kelak akan hancur dan binasa tanpa ada sesuatupun yang tersisa, kecuali hanya Allah semata yang kekal selama-lamanya. Hal ini sudah ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rokhman ayat 26-27 yang artinya :
“Semua yang ada di bumi ini akan hancur binasa. Dan tetap kekallah Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”.

Karena itu tidaklah pantas bagi oarng-orang mukmin untuk tidak menghilangkan benda-benda yang akhirnya akan hancur binasa itu dari penglihatan mata hatinya sehingga tidak dapat mengenal Allah.

Seseorang yang belum mendapat petunjuk dari Allah mempunyai anggapan, bahwa benda-benda yang wujud di dunia ini ada dengan sendirinya tanpa harus ada yang mewujudkannya.

Berbeda dengan orang yang telah mendapatkan petunjuk. Dengan adanya benda-benda yang wujud tersebut akan terbukalah mata hatinya untuk dapat mengenal Dzat yang mewujudkannya sehingga tergeraklah jiwanya untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan dan juga sekaligus jawabannya untuk kita renungkan bersama :

1. Bagaimana mungkin kita dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu padahal Dia-lah yang menampakkan sesuatu.

2. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi oleh sesuatu, padahal Dia-lah yang tampak jelas pada tiap sesuatu.

3. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihalangi oleh sesuatu, padahal Dia-lah yang terlihat oleh sesuatu.

4. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal Dia-lah yang tampak jelas pada tiap sesuatu.

5. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal Dia-lah yang ada sebelum ada-Nya segala sesuatu.

6. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal Dia-lah Dzat yang lebih tampak jelas dari segala sesuatu.

7. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah dapat dihalangi sesuatu, padahal Dia-lah yang tidak sesuatupun yang bersamaNya.

8. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal Dia-lah Yang Maha Dekat kepadamu dari segala sesuatu.

9. Bagaimana mungkin dapat dibayangkan bahwa Allah bisa dihalangi sesuatu, padahal andaikan tidak ada Allah, niscaya tidak akan ada sesuatu.

Demikianlah hal-hal yang perlu kita renungkan dan kita resapkan kedalam lubuk hati kita, agar hati yang bersemayam dalam dada ini bisa menerima ma’rifat dari Allah S.W.T.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better