Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Wujud Alam Semesta Menunjukkan Wujud Sang Pencipta

 Wujud Alam Semesta Menunjukkan Wujud Sang Pencipta




 

“Segala sesuatu yang wujud di alam ini adalah gelap (tidak bersinar) sedang yang meneranginya adalah tampaknya haq (Allah). Maka barangsiapa yang melihat akan sesuatu yang wujud ini, akan tetapi dia tidak menyaksikan haqnya Allah didalamnya, atau disisinya, sebelum atau sesudahnya, pastilah cahaya itu mmenyilaukan dan menghalangi dari padanya cahaya ma’rifat, disebabkan adanya kabut yang menyelimuti dari segala yang wujud ini”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)

Wujud alam semesta menunjukkan wujud Sang Pencipta.Pada mulanya alam dengan segala isinya ini tidak ada. Kemudian Allah Sang Maha Pencipta menciptakan langit, bumi, berbagai macam tumbuh-tumbuhan, hewan, dan berjuat-juta makhluk lainnya termasuk juga manusia. Kalau kita termasuk orang-orang yang berfikir, tentunya akan mengerti bahwa sesuatu yang semula tidak ada kemudian menjadi ada, tentunya semua itu ada yang menciptakan. Dan kita tentunya juga percaya bahwa tidak akan ada yang mampu menciptakan semuanya itu kecuali hanya Allah semata.

Untuk menguatkan keyakinan kita akan adanya Sang Maha Pencipta. Allah berfirman dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 164, yang artinya :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendaliakn antara langit dan bumi sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kamu yang memikirkan”.

Juga dalam surat Ath-Thuur ayat 35-36 yang artinya :
“Apakah mereka diciptakan, tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri). Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak menyakini (apa yang mereka katakan)”.

Telah jelas diterangkan dalam kedua ayat di atas tadi, bahwa segala apa yang diciptakan Allah itu menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Sehingga seharusnya hal itu menjadikan kita lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepadaNya, karena sesungguhnya segala yang diciptakan-Nya itu diperuntukkan kepada manusia, sebagaimana yang telah difirmankan oleh-Nya :
“Dia-lah Allah yang menjadikan apa yang ada di bumi ini hanyalah diperuntukkan untuk kamu semua”.

Akan tetapi sayang sekali, banyak manusia yang enggan bersyukur atas nikmat yang demikian besar itu, tapi justru mengkufurinya. Dan banyak pula yang silau oleh kemilau dunia dengan segala bujuk rayunya, sehingga lupa kepada Allah yang telah memberikan karunia sedemikian besar itu.

Perhatikan dan renungkan firman Allah dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 7 yang artinya :
“Seandainya jiwa kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azabKu sangat pedih”.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better