Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Proses Terjadinya Hujan Di Dalam Al-Qur’an

Proses Terjadinya Hujan Di Dalam Al-Qur'an




 

Proses terjadinya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.

Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama “bahan baku” hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Hampir 1500 tahun yang lalu, Allah telah menjelaskan proses terjadinya hujan di dalam Al-Qur’an sebelum manusia meneliti dan mempelajarinya.Di dalam ayat Al-Qur’an Allah berfirman yang artinya : “Dialah Allah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu melihat air hujan dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”. (QS Ar-Ruum : 48)

Baca juga : Mengapa Harus Menghirup Air Ketika Berwudhu?

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan tentang proses terjadinya hujan di dalam Al-Qur’an :

• Tahap ke-1 : “Dialah Allah yang mengirimkan angin…”
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, memebentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

• Tahap ke-2 : “…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikendakiNya dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diameter 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

• Tahan ke-3 : “…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’an lah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better