Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Niat Dan Ikhlas Adalah Jasad Dan Ruhnya Ibadah

Niat Dan Ikhlas Adalah Jasad Dan Ruhnya Ibadah




 

“Beraneka ragam jenis amal yang nampak itu adalah karena beraneka ragam keadaan yang datangnya dari dalam hati seseorang. Beraneka ragam amal yang nampak itu merupakan kerangka yang tegak, sedang ruhnya adalah wujudnya rahasia ikhlas yang ada di dalamnya”. (Syaikh Ibnu ‘Athoi’Illah)

Setiap amal selalu didahului dengan niat. Tanpa ada niat yang timbul dari hati, tak mungkin seseorang melakukan sesuatu. Dan niat inilah yang menjadi tolak ukur dari setiap amal perbuatan. Niat yang baik akan menghasilkan buah yang baik, begitu pula sebaliknya.Niat dan Ikhlas menjadi syarat sebuah ibadah, karena niat dan ikhlas adalah jasad dan ruhnya ibadah.

Dalam sebuah Hadist Riwayat Bukhori dan Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya sah atau tidaknya suatu amal adalah tergantung pada niatnya, dan teranggap bagi tiap orang apa yang ia niatkan. Maka siapa yang berhijrah semata-mata taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu diterima oleh Allah dan Rasulnya. Dan siapa yang hijrah karena mencari keuntungan dunia yang dicarinya atau karena wanita yang akan dikawin. Maka hijrahnya terhenti pada apa yang ia niatkan kepadanya”.

Demikianlah, bahwa setiap amal adalah tergantung kepada niatnya dan bukan kepada perbuatannya. Akan tetapi walau demikian, niat yang tanpa disertai dengan keikhlasan, adalah ibarat tubuh tak berjiwa. Jadi keduanya haruslah seiring dan sejalan, tidak boleh dipisah-pisahkan.Oleh karena itu niat dan ikhlas adalah jasad dan ruhnya ibadah.

Adapun ikhlas itusendiri, menurut Sayyid Sabiq adalah : “Menyengaja manusia dengan perkataannya, amalnya dan jihadnya hanya karena Allah semata-mata, dan karena mengharap keridhoannya. Bukan karena mengharap harta, sanjungan, pangkat, kemasyuran, atau maju mundurnya, amalnya terangkat dari kekurangan-kekurangan dan terangkat dari akhlak yang tercela dan dengan demikian ia mendapatkan kesenangan Allah”.

Berikut ini adalah beberapa Sabda Rasulullah S.A.W. yang berkaitan dengan ikhlas :

  • “Sesungguhnya Allah tidak akan melihat bentuk badan kita dan tidak pula melihat rupa-rupa kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian”.
  • “Manusia itu seluruhnya akan binasa, kecuali mereka yang beriman. Mereka yang beriman itu seluruhnya akan binasa, kecuali yang beramal. Dan mereka yang beramal seluruhnya akan binasa, kecuali mereka yang ikhlas”.

Allah Yang Maha Bijaksana telah memberikan pelajaran bagi kita lewat binatang ternak. Betapa Dia telah memisahkan susu dari bercampurnya tahi dan darah, padahal ketiga macam benda tersebut sama-sama berada dalam satu tubuh (perut). Demikian juga dengan keikhlasan yang menyertai amal kita, janganlah sampai bercampur dengan pamrih-pamrih lain, seperti ingin di puji, ingin disanjung dan sebagainya.

Berdasarkan tingkatannya, ikhlas tersebut dibagi lagi menjadi tiga golongan :

1. Keikhlasan golongan ibadah.

Yakni mereka yang beramal hanya kepada Allah semata, agar amalannya tersebut dibalas oleh Allah dengan pahala (surga) dan dihindarkan dari siksa api neraka.

2. Keikhlasan golongan Muhibbin.

Yakni mereka yang beramal hanya semata-mata karena kecintaannya kepada Allah dan bukan untuk mendapatkan pahala atau supaya dihindarkan dari siksa api neraka.

3. Keikhlasan golongan ma’rifat.

Golongan ini berpendapat, bahwa jika mereka beramal, maka yang mendorong dan menggerakkan amalannya adalah Allah. Mereka sama sekali tidak mempunyai daya dan kekuatan sedikitpun untuk melakukan sesuatu kecuali karena pertolongan Allah.

Demikian penting arti ikhlas kepada Allah, hingga Rabiah Al-Adawiyah, seorang yang menyerahkan seluruh hidup dan jiwa raganya kepada Allah, pernah berkata : “Aku lebih suka masuk ke dalam neraka dengan ridho-Nya, daripada masuk ke dalam surga akan tetapi mendapat laknat dari-Nya”.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better