Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Mengapa Rosul Melarang Kencing Berdiri?

Mengapa Rosul Melarang Kencing Berdiri?




 

Dalam agama Islam, mengatur banyak tata cara atau adab dari segala perilaku manusia.Khususnya dalam hal ini adalah adab dalam kencing.Sejak ribuan tahun yang lalu, Rosulullah telah mengajarkan tentang bagaimana adab kencing yang baik, diantaranya kencing dengan posisi duduk dan melarang kencing sambil berdiri.

Mengapa Rosul melarang kencing berdiri? Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan Al-Qur’an.Pada era munculnya banyak Ilmuwan di berbagai bidang khususnya kedokteran, ternyata aturan/adab mengapa Rosul melarang kencing berdiri? Ternyata terjawab dengan jelas.

Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Pada umumnya kita memandang ringan tentang cara dan tempat buang air. Orang pada jaman dulu sudah  mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri, sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, untuk menunjukkan buruknya kencing berdiri, karena memang mengandung efek negatif.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah membuat lemah batin, karena sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air dengan posisi jongkok. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Itu berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpancar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal atau mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan anda? Maka Islam mencontohkan agar tidak kencing sambil berdiri.

“Sesungguhnya banyak siksa kubur disebabkan karena kencing, maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing”. (HR Al Bazzaar dan Ath-Thahawi) (Shahih Muslim No. 439)

Kencing berdiri, tidak sesuai dengan Sunnah Nabi

Jika sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi, itu namanya kita menjalankan ibadah. Betapa sayangnya setiap hari kita ke kamar mandi, tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah (mengabdi) kepada Allah.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better