Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Mengapa Allah Menciptakan Empat Musim?

Mengapa Allah Menciptakan Empat Musim?




 

Pernahkah kita berfikir mengapa Allah menciptakan empat musim? Tidak menciptakan hanya satu musim saja? Mari kita simak pernyataan Ibnu Qoyyim berikut ini agar dapat menjadi bahan perenungan bagi kita bahwa betapa besar kekuasaan Allah Ta’ala.

Perhatikanlah keadaan matahari saat terbit dan tenggelam, sehingga mengakibatkan terjadinya perputaran waktu dan musim, yang di dalamnya terdapat berbagai maslahat dan hikmah-hikmah mengapa Allah menciptakan empat musim?

Andaikan seluruh waktu hanya diisi dengan satu musim saja, niscaya tidak akan terjadi kelebihan yang dipunyai musim-musim lainnya. Seandainya hanya ada musim panas, tentunya keindahan dan musim dingin tidak akan terjadi. Apabila hanya ada musim dingin, niscaya keutamaan musim panas tidak terasakan.

Pada musim dingin, hawa panas terpendam dalam gua-gua, perut bumi dan gunung, hingga menyebabkan tumbuhnya biji-bijian dan lainnya, sementara di luar dalam keadaan dingin. Udara menjadi terbuka hingga terbentuknya awan, hujan, salju dan embun, yang merupakan faktor kehidupan dunia dan penghuninya. Tubuh hewan-hewan menjadi kokoh dan kuat, alam bertambah segar, dan panas yang menimpa tubuh selama musim panas diganti dengan hawa dingin.

Pada musim semi, kehidupan mulai menggeliat. Biji-bijian yang merekah pada musim dingin mulai bersemi dan tampak sebagai tumbuhan. Pepohonan mulai dihiasi dengan bunga-bunga sementara hewan-hewan mulai membuahkan keturunannya.

Pada musim panas, udara memuai dan terasa sangat panas, buah-buahan menjadi rusak. Otot tubuh yang selama musim dingin menggumpal kini mulai mekar. Hawa dingin terpendam dalam lorong-lorong. Karenanya kita rasakan mata air dan sumur terasa dingin.

Pada musim panas, lambung tidak bisa mencerna makanan keras yang biasa dimakan pada musim dingin, karena pada musim dingin pencernaan dibantu oleh panas yang terpendam dalam tubuh. Apabila musim panas tiba, panas dalam tubuh keluar dan digantikan oleh hawa dingin.

Selanjutnya, apabila musim gugur tiba, keadaan mulai berubah. Udara mulai berubah menjadi dingin. Suasana panas sedikit demi sedikit mulai hilang, dan Allah telah menjadikannya sesuai dengan hikmah-Nya sebagai fase pemisah antara musim panas dan dingin, sehingga hewan-hewan tidak mati karena perubahan cuaca secara mendadak dari udara panas kepada udara dingin sekali, yang tentunya sangat menyakitkannya dan besar bahaya baginya.

Namun apabila berubah dengan sedikit demi sedikit dan teratur, maka perubahan kondisi tersebut tidak akan menyulitkan bagi hewan-hewan.

Pada fase perubahan itu anggota tubuh hewan bersiap-siap untuk menghadapi yang lebih dingin pada fase berikutnya, hingga sampai pada fase hawa yang terdingin, hewan-hewan telah bersiap menghadapinya. Sungguh ini merupakan hikmah yang luar biasa dan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang nyata.

Demikian pula musim semi, merupakan fase peralihan dari musim dingin kepada musim panas, hewan-hewan mulai bersiap dari musim dingin menuju musim panas dengan teratur. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam dan sebaik-baik pencipta.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better