Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Masjid Unik Di Tengah Kota Tua Koln Jerman

Masjid Unik Di Tengah Kota Tua Koln Jerman




 

Sebuah masjid unik di tengah kota tua Koln Jerman ini terbesar di wilayah Koln, sehingga menjadi pusat kegiatan dan kebudayaan Islam di salah satu negara bagian Nordrhein Westfalen.Masjid unik di tengah kota tua Koln Jerman ini juga menjadi simbol modernisme dan keterbukaan.

Masjid Raya Koln, dalam bahasa Jerman disebut DITIB-Zentralmoschee Koln. Orang-orang Turki di Jerman menyebutnya Merkez Camil.

Bangunan yang dimaksud adalah sebuah masjid baru yang dibangun komunitas Turki, Diyanet Isleri Turk Islam Birligi (DITIB) di Koln. Kompleks masjid ini terdiri atas halaman yang terbuka menghadap ke Venloer Strasse, Koln. Luasnya 4.500 meter persegi ditujukan untuk menampung 2.000 – 4.000 orang.

Masjid Koln ini selesai dibangun pada 2011. Di desain dengan gaya arsitektur Ottoman dengan dinding kaca, dua menara, dan sebuah kubah.

Terbuka

Kompleks ini utamanya tercirikan oleh ruang shalatnya. Ruang lapang ini terdiri atas beberapa dinding berlapis mirip cangkang kerang.

Di tengah dinding-dinding ini dibangun kubah kaca yang dilimpahi kaca. Kubah dengan tinggi mencapai 35 meter ini dibuat seperti bola dunia yang transparan, sehingga bagian dalam masjid bisa terlihat dari luar.

Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan dua menara setinggi 55 meter. Sementara eksterior bangunan utama, bangunan pendukung, dan menara masjid didominasi warna putih.

“Ruang shalatnya sangat terbuka dan kita membuat ruang persegi yang luas ini, yang mengundang orang dari semua agama”, kata Paul Bohm sang arsitek. Sebuah rancangan yang ditujukan untuk mengkomunikasikan keterbukaan dan suatu undangan untuk menjenguk ke dalam.

Suasana Menyenangkan

Sebuah kolam ditempatkan di tengah, untuk menghubungkan dua lantai. Tujuan kolam adalah untuk menciptakan suasana menyenangkan. Arsitek juga memberikan kawasan non ibadah seperti restoran, ruang serba guna, dan toko yang terbuka bagi umum.

Semua pintu masuk menuju masjid terletak pada pelataran yang lebih tinggi. Pelataran ini berfungsi sebagai titik pertemuan dari kompleks ini. Dari sisi orang bisa menjangkau bagian bangunan lainnya, seperti perpustakaan, kelas, dan bagian administrasi.

Memulihkan Koln

Kehadiran Masjid Raya Koln punya arti bagi kota yang dikenal juga dengan nama Cologne ini. Kalangan arsitek menyebut arsitektur masjid ini juga turut menambah satu kawasan menarik di kota itu.
Betapa tidak, Koln kena gempuran bom yang hebat pada Perang Dunia II. Sejak itu, kota ini tak pernah pulih secara arsitektural. Sederhananya, kota ini tak begitu indah.

Masjid raya ini adalah salah satu dari beberapa bangunan besar yang mempunyai gaya yang berbeda dan tak terbuat dari kaca dan baja yang seragam. Arsitektur Islam cenderung menyerap lingkungannya, sehingga banyak masjid yang menjadi bagian dari tradisi barat dan yang lain lebih bernuansa timur. Masjid Raya Koln ini digambarkan menyerap unsur modern dan Jerman.

Kepala jurusan sejarah arsitektur di Universitas Cologne, Norbert Nussbaum menyebut masjid itu sebagai tonggak sejarah arsitektur religius di Jerman. Tapi, disisi lain juga sangat jelas memiliki ciri Turki. “Bangunan seperti ini bisa diletakkan dimanapun di Turki”, kata dia.

Mencegah Resistensi
Dengan masjid senilai 20 miliar uero ini diharapkan bukan hanya bisa memperindah kota dengan arsitekturnya, tapi juga dapat berperan sosial bagi lingkungan sekitar.

Hal in terkait dengan tingginya penolakan pendirian Masjid Koln ketika awal usulan pendiriannya. Beberapa kelompok konservatif Jerman di wilayah Cologne menentang keras pendirian masjid ini karena dianggap menjadi pemicu munculnya aliran keagamaan yang dapat menyebabkan terjadinya konflik.

“Masjid ini dirancang dengan maksud menjadi sebuah forum dialog keterbukaan komunitas Muslim di Koln dengan tanpa mengurangi kekhidmatan beribadah”, ujar Bohm sang arsitek.

“Kami benar-benar berharap bahwa desain kami dapat membantu untuk mengurangi kecemasan dan resistensi dari kelompok non Muslim di wilayak Koln”.

Arsitektur Masjid Raya Koln merupakan bagian penting dalam mengintegrasikan Islam di Jerman. Masjid ini dinilai telah keluar dari gambaran umum masyarakat Eropa terhadap sebuah arsitektur masjid secara umum di negara Muslim, dengan menampilkan arsitektur masjid yang lebih diterima dalam tata kota modern Eropa.

Paul Bohm menilai, bangunan-bangunan masjid baru dengan desain yang modern dan berbeda dari desain masjid secara umum secara tidak langsung telah mendokumentasikan niat umat Islam menjadi bagian permanen dari masyarkat Jerman.

Ini terjadi setelah perdebatan panjang, seputar pembangunan Masjid Central Cologne. Menurut dia, masyarakat kota Cologne sejak awal tidak ingin ada bangunan keagamaan yang merusak ikon katedral kota Cologne yang bergaya gothik Eropa.

DITIB sebagai sebuah organisasi no profit dari komite pengawas pemerintah Turki untuk urusan agama, menghargai keharmonisan masyarakat Cologne. Dan DITIB memilih seorang arsitek non muslim Paul Bohm.

Walaupun dalam tahap usulan pembangunan terjadi pembahasan panjang di Dewan kota Koln dan penuh kontroversi, namun akhirnya desain modern Masjid Raya Cologne disetujui dan menggantikan bangunan pabrik yang sebelumnya berdiri di wilayah tersebut.

Pada 28 Agustus 2008, Dewan Kota akhirnya menerima perubahan dan yang diperlukan untuk rencana konstruksi dengan suara dari partai kiri pendukung Walikota Koln Fritz Schramma, sehingga membuka jalan bagi konstruksi masjid baru.

Pada 2011 Masjid Raya Cologne akhirnya dibuka dan digunakan untuk pertama kalinya bagi komunitas muslim di kota itu, setelah melewati perdebatan panjang selama hampir empat tahun.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better