Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Larangan Berkhalwat Menurut Ilmuwan

Larangan Berkhalwat Menurut Ilmuwan




 

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita, kecuali yang ketiga dari keduanya adalah syetan”.(HR. At Tirmidzi)

Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-nya. Tetapi ternyata yang mengejutkan adalah ada penjelasan ilmiah di balik perintah itu.

Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya dan larangan berkhalwat menurut ilmuwan. Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seseorang yang berkhalwat dengan wanita bisa menjadi pemicu kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggungjawab terjadinya stres dalam tubuh.

“Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Maka anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut.” Inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh, dengan syarat peningkatannya dalam proporsi yang rendah. Namun jika hormon ini meningkat tinggi dan berulang terus, maka yang demikian ini dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan bisa berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai hasil penelitian tersebut terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat sang wanita memiliki daya tarik lebih besar!
Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek negatif hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik.

Para peneliti juga mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing di sisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang dari waktu ke waktu akan menyebabkan timbulnya penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Kita semua tahu hadist yang terkenal mengatakan: “Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga”. Hadist ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnya. Karena itu Nabi melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.

Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan sejatinya juga mencegah diri dari datangnya berbagai penyakit.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better