Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Keindahan Dunia Menyesatkan Jalan Menuju Allah

Keindahan Dunia Menyesatkan Jalan Menuju Allah




 

“Tidak ingin (mempunyai) cita-cita orang yang menuju kepada Allah (salik) untuk berhenti ketika dibukakan (dijelaskan) baginya cita-cita (perkara yang ghoib) melainkan ketika ia ingin berhenti ada suara hakekat yang memanggilnya yang kamu cari masih ada dimukamu, maka jangan berhenti disitu. Begitu juga tidak tampak baginya beraneka ragam keindahan alam, melainkan apabila tampak kepadanya hakekat keindahan alam, akan memanggilmu, sesungguhnya kami adalah fitnah maka janganlah percaya kepadaku”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)

Keindahan dunia hanyalah semu belaka. Tapi banyak manusia yang terpedaya olehnya. Sehingga orang yang akan menuju Allah (salik) pun merasa terpedaya, bahwa langkahnya dalam menuju kepada Allah telah sampai, padahal sesungguhnya belum.Itulah mengapa, keindahan dunia menyesatkan jalan menuju Allah.

Hal seperti di atas, hendaknya jangan sampai dialami oleh seorang salik. Mereka seharusnya lebih mempertebal iman mereka, agar tujuannya untuk menuju kepada Allah segera tercapai.Seorang salik harus selalu memohon petunjuk dan pertolongan agar terhindar dari tipuan dari keindahan duniawi.

Kita patut merenungkan kata-kata bijak dari Syekh Abdul Hasan Asy-Syaadzili r.a. berikut ini :
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya engkau itu jika menginginkan bagian yang telah dicapai oleh kekasih Allah, maka hendaklah engkau bergaul dengan semua orang-orang yang dapat menunjukkan kepadamu jalan untuk menuju kepada Allah dengan melalui isyarah yang benar atau dengan perbuatan yang tidak menyalahi Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan palingkanlah (jiwamu) dari perkara-perkara keindahan dunia semuanya, dan janganlah sebagian untuk mendapat bagian yang lain. Akan tetapi jadilah hamba yang diperintahkan untuk menjauhi musuh-musuhnya. Dan jika engkau sudah dapat mendatangi dua perkara, yaitu berpaling dari manusia dan berlaku zuhud di dunia, maka tetaplah kamu bersama Allah dengan kewaspadaan, dan tetap menjalankan taubat, beristiqhfar, kembali kepada Allah dan tunduk akan peraturan-peraturan Allah serta berlaku istiqomah”.

Oleh karena itu, hendaklah seorang salik jangan sampai terhalang langkahnya dalam menuju kepada Allah hanya karena tersandung oleh keindahan dunia yang sifatnya semu dan sementara.

 

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better