Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Jangan Biarkan Mata Hati Ini Buta

Jangan Biarkan Mata Hati Ini Buta




 

“Kesungguhanmu untuk mencapai apa yang telah ditanggung oleh Allah, dan kelalaianmu dalam apa yang telah diperintahkan kepadamu itu adalah menandakan atas kebutaan hatimu (penglihatanmu)”. /(Syaikh Ibnu ‘Athoi’Illah)

Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an, Allah SWT seringkali memerintah kita untuk berpikir, karena dengan pikiran, manusia dapat menerima dan meyadari akan tanda kebesaran Allah.Maka jangan biarkan mata hati ini buta , karena sempitnya pengetahuan kita dan hilangnya kesadaran berpikir.

Allah Yang Maha Kaya dan Maha Memiki Segalanya tidaklah pernah lupa memperhatikan kebutuhan hidup atau rizki makhluk-makhlukNya. Sehingga tidak ada alasan sedikitpun bagi manusia untuk takut atau khawatir tidak mendapatkan rizki atau bahkan takut akan mati kelaparan. Selagi manusia mau berusaha, Allah akan memberikan rizki untuknya.Oleh karena itu, jangan biarkan mata hati ini buta, sehingga kita dapat melihat kebenaran janji Allah.

Perhatikan firman Allah dalam Surat Al-Ankabut ayat 60:

“Dan beberapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rizqinya sendiri. Allah lah yang memberi rizqi kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Adapun dalam hal mencari rizqi, Allah telah memberikan batasan-batasan. Diantaranya:

1. Lihat Surat Al-Qoshosh ayat 77

“Dan carilah apa yang sudah dianugerahkan kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagian dari (kenikmatanmu) di dunia”.

Jadi dengan demikian, dalam mencari bekal untuk kehidupan akhirat tidak boleh melupakan kepentingan dunia. Begitu juga sebaliknya karena mencari bekal (rizqi) untuk kepentingan dunia adalah merupakan suatu ibadah juga, tentu saja hal ini juga tergantung kepada niatnya.

2. Perhatikan firman Allah dalam surat Adz Zaariyat ayat 56 yang artinya :

“Dan tidak Aku jadikan jin dan manusia itu kecuali supaya beribadah kepadaKu”.

3. Lebih tegas lagi Allah juga berfirman dalam surat Thoha ayat 132 :

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu supaya mengerjakan sholat, dan sabarlah dalam melaksanakannya. Kami (Allah) tidak menuntut kamu supaya mencari rizqi. Kami (Allah) yang menjamin rizqimu, dan akibat (kemenangan) yang terakhir bagi orang yang bertaqwa”.

Dengan jaminan-jaminan yang telah dijanjikan oleh Allah tersebut kiranya manusia sudah tidak perlu cemas lagi, karena janji Allah itu pasti benar adanya.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better