Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Dua Macam Kedudukan Manusia Yang Wajib Diketahui

Dua Macam Kedudukan Manusia Yang Wajib Diketahui




 

“Keinginanmu untuk bertajrid (selalu beribadah tanpa melihat kepentingan dunia) padahal Allah menjadikan engkau pada golongan yang berusaha (kasab), maka keinginan yang demikian itu termasuk keinginan hawa nafsu yang samar (halus). Sebaliknya keinginan dalam berusaha yaitu (untuk memenuhi kebutuhan duniawi) padahal Allah menjadikan engkau kedalam golongan tajrid, maka keinginanmu yang demikian itu berarti merupakan kemunduran dari semangat cita-cita yang luhur”. (Syaikh Ibnu ‘Athoi’Illah)

Dua Macam Kedudukan Manusia Yang Wajib Diketahui

Setiap manusia di dunia ini, tidak memandang kedudukan dan derajat duniawinya, semua mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada Allah.Namun perlu diketahui, bahwa sebenarnya Allah SWT  telah membagi dua macam kedudukan manusia yang wajib diketahui untuk membedakan kita dalam menjalankan ibadah sesuai maqom dan kedudukannya.Dan yang paling penting adalah agar kita tidak terjebak oleh tipuan syetan yang sangat halus.Dua macam kedudukan manusia yang wajib diketahui yaitu :

1. Kasab. Adapun yang di maksud dengan kasad adalah bahwa manusia masih harus bergerak dalam bidang usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dunianya. Dan setelah berhasil usahanya, mereka pun tidak segan-segan untuk membantu kebutuhan masyarakat banyak.

2. Tajrid. Sedangkan yang di maksud dalam bidang tajrid adalah, bahwa manusia hanya semata-mata mengabdi kepada Allah tanpa memperhatikan kepentingan dunia, karena mereka sudah merasa cukup puas dengan bekal kehidupan dunia yang telah dimilikinya. Manusia semacam inilah yang beruntung, sebagaimana yang tercantum dalam Hadist riwayat Muslim: “Sungguh beruntung orang yang masuk Islam dan di beri rizki yang cukup, serta merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya”.
“Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku amal perbuatan yang apabila aku kerjakan disukai Allah dan disukai orang-orang? Jawab Rasulullah: Berzuhudlah di antara sesama manusia, maka engkau akan disukai manusia”. (HR. Ibnu Majah)

Dari penjelasan dua hadist di atas, dapat diambil kesimpulan, bahwa manusia yang termasuk dalam kelompok atau golongan tajrid lebih baik daripada golongan kasab. Walaupun demikian, seseorang yang sudah termasuk ke dalam golongan kasab hendaknya jangan berusaha masuk ke dalam golongan tajrid. Apalagi sebaliknya. Semuanya itu haruslah diterima dengan ikhlas karena sudah menjadi ketentuan Allah. Demikianlah di antara sifat-sifat orang yang berma’rifat kepada Allah SWT.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better