Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Bekal Dalam Belajar Makrifat

Bekal Dalam Belajar Makrifat




 

Dalam agama islam, mungkin sebagian menilai bahwa ilmu makrifat adalah suatu ilmu dalam Islam yang sangat tinggi, dan kita merasa bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mempelajari ilmu tersebut.Oleh karena itu mari kita bahas, apa sebenarnya makrifat itu dan apa yang dapat kita jadikan bekal dalam belajar makrifat.

Apa Sebenarnya Makrifat Itu ?

Menurut ahli bahasa, kata makrifat berarti mengetahui atau mengenal.Pengertian secara luas adalah cara mengetahui atau mengenal Allah melalui tanda-tanda kekuasan-Nya yang berupa makhluk dan semua ciptaan-Nya.Dengan melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya, kita akan dapat mengetahui keberadaan dan kebesaran Allah SWT.Kita tentu yakin bahwa tidak ada satupun makhluk sekecil apapun atau sebesar apapun yang ada dengan sendirinya.Semua pasti ada yang menciptakan.Siapa lagi yang dapat menciptakan segala macam makhluk dan seluruh isi alam ini kalau bukan Allah SWT.

Tanda-tanda tentang adanya Allah sangat jelas di kehidupan kita.Setiap hari kita melihat matahari terbit dari ufuk timur kemudian tenggelam di ufuk barat.Satu kali pun perputaran ini tidak pernah terbalik.Kita juga melihat betapa indahnya bulan dan generlapnya bintang yang bertaburan dimalam hari.Semuanya itu yang menciptakan dan mengatur peredarannya adalah Allah.

Adapun cara melihat dan memahami semua tanda-tanda kekuasaan Allah di alam ini bukanlah sekedar dengan mata kepala saja, namun harus dilihat dengan mata batin(hati) yang jernih dan bersih dari berbagai macam dosa.Rasulullah pernah bersabda kepada sahabat Abu Dzar Al Ghifari sebagai berikut :

” Wahai Abu Dzar, Sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya.Bila kamu tidak melihat Allah, maka yakinlah bahwa Allah melihat kamu “.

Manusia adalah makhluk universal, yang diciptakan Allah dalam bentuk lahir dan batin.Manusia dapat melihat apapun dan merasakan apapun, karena dibekali dengan penglihatan lahir dan juga batin.Maka suatu bencana yang besar jika manusia tertutup mata batinnya.Karena apabila manusia sudah buta hatinya, selama ia belum mendapatkan cahaya Ilahi yang berupa petunjuk-petunjuk kebenaran, maka selama itu pula ia akan tersesat jalannya.Bukan kebaikan yang ia tempuh, melainkan jalan menuju ke neraka.Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 72 yang artinya :

” Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di (dunia) ini, maka ia buta di akhirat nanti dan bahkan lebih sesat jalannya “.

Setelah kita mengenal dan mengetahui keberadaan Allah, apakah kemudian pengenalan dan pengetahuan kita tersebut berhenti sampai disitu saja?.Tentu saja tidak.Akan tetapi lebih dari pada itu.Kita sebagai hamba-Nya dan sebagai salah satu makhluk ciptaan-Nya, maka sudah sepatutnya apabila kita senantiasa mengabdikan diri secara bulat dan utuh, semata-mata demi mengharap keridhoan-Nya.

Salah satu tanda bagi orang yang bermakrifat kepada Allah adalah bahwa ia senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Allah semata.Apapun yang telah dan akan terjadi pada dirinya, selalu diterima dengan baik.Apabila ia mendapatkan kenikmatan, ia kan bersyukur.Sedang apabila mendapatkan musibah, ia terima ujian itu dengan sabar.Orang yang demikian ini percaya bahwa semua itu datangnya dari Allah untuk kebaikan dirinya.Sebab tidak ada sesuatupun yang terjadi di dunia ini, kecuali ada manfaat dan hikmah dibalik peristiwa tersebut.

Selain itu, orang yang bermakrifat kepada Allah tidak pernah menyombongkan diri.Sebagai makhluk yang lemah dan tanpa daya, manusia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas pertolongan dan izin dari Allah Yang Maha Perkasa.Karena itu ia pun mencari jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya agar mendapatkan pertolongan, perlindungan dan karunia dari-Nya.Sedang apapun yang dapat menghalangi jalannya untuk bertaqorrub kepada Allah SWT, ia singkirkan jauh-jauh dari lubuk hatinya, seperti sifat serakah kepada dunia, kikir, sombong, riya’, dan berbagai sifat tercela lainnya.

Menurut seorang ahli makrifat terkenal bernama Al-Junaid, bahwa seorang belum bisa disebut sebagai ahli makrifat sebelum dirinya mempunyai sifat-sifat :

  • Mengenal Allah secara mendalam, hingga seakan-akan dapat berhubungan secara langsung dengan-Nya.
  • Dalam beramal selalu berpedoman kepada petunjuk-petunjuk Rasulullah SAW (Al-Hadits).
  • Berserah diri kepada Allah dalam hal mengendalikan hawa nafsunya.
  • Merasa bahwa dirinya adalah kepunyaan Allah dan kelak pasti akan kembali kepada-Nya.

Adapun menurut Imam Al-Ghozali sebagaimana ditulis dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin, disebutkan bahwa ada empat hal yang harus dikenal dan kemudian dipelajari oleh seseorang yang bermakrifat kepada Allah.Keempat hal tersebut adalah :

  1. Mengenal siapa dirinya
  2. Mengenal siapa Tuhannya
  3. Mengenal Dunianya
  4. Mengenal Akhiratnya

Demikianlah hal-hal yang harus diketahui sebagai bekal dalam belajar makrifat kepada Allah SWT.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better