Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Bagaimana Cara Allah Dalam Mengabulkan Doa

Bagaimana Cara Allah Dalam Mengabulkan Doa




 

“Terlambatnya masa pemberian Allah di mana engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, itu janganlah menyebabkan engkau berputus asa (dalam berdoa). Maka ketahuilah bahwa Allah itu telah menanggung kepadamu akan mengabulkan semua doa terhadap apa yang Allah telah pilihkan untukmu, tidak pada apa yang engkau telah pilihkan untuk dirimu (sendiri), dan pada waktu yang Dia kehendaki bukan pada waktu yang engkau kehendaki”. (Syaikh Ibnu ‘Athoi’Illah)

Bagaimana Cara Allah Dalam Mengabulkan Doa

Berikut ini adalah beberapa firman Allah yang berhubungan dengan doa dan bagaimana cara Allah dalam mengabulkan doa yang wajib kita ketahui agar kita mengerti bahwa sesungguhnya janji Allah itu benar dan kita tidak meragukan kuasa-Nya.

1. Dalam Surat Al-Baqarah ayat 186 yang artinya :

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permintaan orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka senantiasa berada dalam kebenaran”.

2. Dalam Surat Al-Mukmin ayat 60 yang artinya :

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan doamu”.

Berdoa adalah termasuk ibadah, dan itu juga merupakan senjata orang mu’min. Dalam hal melakukan atau memerlukan apa saja, hendaknya kita terlebih dulu berdoa agar apa yang kita inginkan itu dipenuhi oleh Allah.
Namun hendaknya kita jangan berputus asa, jika seandainya doa yang kita panjatkan itu belum dikabulkan oleh Allah. Sesuai dengan janji Allah, tak ada doa yang tidak dikabulkan. Hal itu hanya soal waktu saja. Sebab adakalanya doa ituada yang dipercepat pemenuhannya ada pula yang diperlambat. Bahkan ada yang dipenuhi di alam akhirat nanti. Dan ini adalah sebaik-baik waktu dipenuhinya doa seseorang.

Seandainya saja orang yang berdoa itu tahu dan mengerti, bahwa doa yang dipenuhi atau dikabulkan di akhirat itu lebih baik daripada dikabulkan ketika di dunia, niscaya mereka akan berharap doanya dikabulkan di akhirat saja.
Sedikitpun tiada kita berkuasa memaksa Allah agar segera memenuhi doa kita. Soal cepat atau lambat, semau itu adalah menurut kehendak Allah, bukan menurut kehendak kita. Dan kalau Allah sudah berkehendak, siapa lagi yang akan mampu menghalangi atau mencegahnya? Tak ada sesuatupun atau seseorangpun.

Sungguh kita harus bersyukur, bahwa apa yang telah ditentukan Allah dan yang juga dipilihkan Allah adalah sebaik-baik ketentuan dan juga sebaik-baik pilihan. Walaupun terkadang kelihatannya tidak mengenakkan, namun di balik itu terdapat hikmah yang pasti akan kita rasakan di kemudian hari.

Perhatikan dan renungkan firman Allah yang tersebut dalam Al-Quran Surat Al-Baqoroh ayat 216 berikut ini :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal (sebenarnya) ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyenangi sesuatu, padahal (sebenarnya) ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tiada mengetahuinya”.

Juga dalam sebuah Hadist diterangkan, bahwa pernah Rasulullah S.A.W. bersabda : “Tiada seorangpun yang berdoa melainkan Allah pasti akan mengabulkan doanya atau dihindarkan bahaya dari padanya atau diampuni sebagian dosanya selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus kepada dosa atau untuk memutuskan hubungan sanak famili”.

Dalam sebuah Atsar juga disebutkan : “Sesungguhnya seorang hamba Allah berdoa kepada Tuhannya Azza Wajalla, maka berkatalah Allah pada Malaikat-Nya : Perkenankanlah keinginan hamba-Ku itu, tetapi janganlah diberikan segera, tahan agak lama, karena Aku sangat suka mendengarkan doanya”.

Memang sesuai dengan janji-Nya sendiri, bahwa setiap doa akan dikabulkan. Akan tetapi walau demikian terdapat macam-macamnya :

1. Doa yang cepat dikabulkan.

Misalnya, doa orang yang teraniaya, karena tidak ada hijab (penghalang) antara orang yang teraniaya tersebut dengan Allah.

2. Doa yang lambat dikabulkan.

Misalnya, doa Nabi Nuh agar Allah menghancurkan kaum-Nya. Doa ini baru dikabulkan setlah memakan waktu kurang lebih 40 tahun.

3. Doa yang sama sekali belum dikabulkan.

Misalnya sebagaimana tersebut dalam Hadist Riwayat Muslim, bahwasanya Rasulullah S.A.W. pernah bersabda :

“Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintah orang-orang mukmin serupa dengan yang diperintahkan kepada Rasul, maka Allah berfirman : Wahai para Rasul, makanlah dari segala sesuatu yang baik, dan bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang baik. Dan telah berfirman : Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah kami rizqikan kepadamu. Kemudian beliau menceritakan seorang laki-laki yang telah jauh perjalanannya, berambut kusut penuh dengan debu. Dia menadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata : Wahai Tuhan Wahai Tuhan, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan dengan barang yang haram, maka bagaimana ia akan di terima permintaannya”.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better