Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Asal Usul Kata Sufi dan Tasawuf

Asal Usul Kata Sufi dan Tasawuf




 

Bila kita mengkaji asal usul kata sufi dan tasawuf, baik melalui buku-buku atau kitab-kitab yang ditulis para ulama’ mulai pada masa lampau hingga saat ini, belum pernah ada kesepakatan dari para ahli tentang masalah ini.Para ahli tasawuf sendiri masih terdapat perbedaan pendapat tentang asal usul kata sufi dan tasawuf.Ada yang mengatakan, bahwa lafadh shufi berasal dari kata Shafw, artinya bersih atau shafa, artinya jernih.Ada juga yang berpendapat, kata tasawuf itu berasal dari kata shuffah, yaitu nama suatu kamar disamping masjid Rosulullah SAW di kota Madinah.

Ada sebagian ahli tasawuf yang berpendapat bahwa asal usul kata sufi dan tasawuf berasal dari kata tashawwafa-yatashawwafu-yatashawwufan, yaitu fi’il madli dari tsulatsi mazid ruba’i yang mendapatkan tambahan ta’ pada permulaannya dan tasydid pada ‘ain fi’ilnya.Sedangkan tsulatsi mujarad dari lafadh tashawwafa adalah shaafa yang artinya banyak bulu.Menurut ilmu sharaf/shorof, bila ada wazan tafa’ala maka mengandung arti shairuroh artinya menjadi, seperti lafadh :

تَاءَ يَّمَتِ الْمَرْ اءَةُ اَىْ صَا رَتْ اَىَّمًا

Artinya : “Telah menjadi janda seorang wanita”.

Perbedaan asal kata shufi ini kemudian dijelaskan oleh Syaikhul Islam dan seorang tokoh sufi pembaharu, Syaikh Ahmad Taqiyyudin Ibnu Taimiyah, bahwa perbedaan tentang asal kata sufi yang beraneka ragam itu disebabkan adanya kata ini sebagai kata nisbah kepada sesuatu.Misalkan kata Quraisy (orang Quraisy), Madany (orang Madinah) dan sebagainya.Menurut beliau, ada pulah yang mengatakan kata itu dinisbahkan pada kata shufah dan pendapat ini jelas salah, karena kalau dinisbahkan pada kata shufah maka menjadi shufi (tanpa huruf wawu).Dan ada juga yang dinisbahkan pada kata shaf pertama dalam sholat, yang juga tidak tepat karena kalau dinisbahkan pada kata shaf menjadi shafi.Ada pula yang dinisbahkan pada kata shafwat (kebersihan) juga tidak tepat karena kalau dinisbahkan pada kata shafwat menjadi shafawi.Dan dikatakan yang lebih tepat kalau kata sufi disandarkan pada pakaian shuf (wol), karena kata sufi pertama kali dikenal di kota Bashrah dan mereka pula yang pertama membangun tempat tinggal orang sufi seperti Abdul Walid Bin Zaid.Sedangkan Abdul Walid bin Zaid adalah teman tokoh sufi Hasan Al Bashri.

Artikel lain : Sejarah Sastra Sufi Di Nusantara

Asal Usul Kata Sufi dan Tasawuf

Untuk mengetahui secara jelas kata-kata shufi, asal kata dari tashawwuf dimana kata ini pertama kali dipakai oleh Zaid yang bernama Abu Hasyim Al Kufi (wafat tahun 150 H), maka perlu di kemukakan teori-teori sebagai berikut :

  1. Ahlus Shuffah ( اَهْلُ الصُّفَةِ ) orang-orang yang ikut hijrah dengan Nabi dari Makkah ke Madinah dan karena kehilangan harta, berada dalam keadaan miskin dan tidak mempunyai apa-apa.Mereka tinggal di Masjid Nabi dan diatas bangkubatu dengan memakai pelana sebagai bantal.Pelana disebut shuffah. Kata shofa dalam bahasa Eropa berasal dari kata shuffah.Sesungguhnya Ahlus Shuffah berarti baik dan mulia.Sifat tidak mementingkan keduniawian.Miskin tetapi berhati baik dan mulia itulah sifat-sifat kaum sufi.
  2. Shof ( صَفٌّ ) pertama.Sebagaimana halnya dengan orang sholat di shaf pertama mendapat kemuliaan dan pahala, demikian pula kaum sufi dimuliakan Allah dan diberi pahala oleh Allah SWT.
  3. Shufi ( صُوْ فىِ ) dari صَا فِى  dan صَفِى  yaitu suci.Seorang sufi adalah orang yang disucikan dan kaum sufi adalah orang-orang yang telah mensucikan dirinya melalui latihan berat dan lama.
  4. Shophos, kata Yunani yang berarti hikmah.Orang sufi berhubungan dengan hikmah, hanya huruf “S” dalam sophos ditranslitasikan kedalam bahasa Arab menjadi س bukan ص sebagaimana kelihatan dalam kata Philoshophia.Dengan demikian seharusnya shufi ditulis dengan سُوْ فِى bukan صُوْ فِى
  5. Suf ( صُوْفْ ), kain yang terbuat dari bulu yaitu wol.Hanya kain wol yang dipakai kaum sufi adalah wol kasar dan bukan wol halus seperti sekarang.Memakai wol kasar pada waktu itu adalah simbol kesederhanaan dan kemiskinan.Kebalikannya adalah memakai sutera oleh orang-orang yang mewah hidupnya dikalangan bangsawan.kaum sufi sebagai golongan yang hidup sederhana dan dalam keadaan miskin, tetapi berhati suci dan mulia, menjahui memakai sutera dan sebagai gantinya memakai wol kasar.

Kelima teori diatas inilah tentang asal mula kata sufi secara etimologi.Dari kelima teori ini, teori nomor lima-lah yang banyak diterima sebagai asal kata dari kata sufi.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better