Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Apa Kerugian Menunda Waktu Dalam Beramal ?

Apa Kerugian Menunda Waktu Dalam Beramal ?




 

“Penundaanmu akan semua amal (kebaikan) karena menunggu adanya waktu luang, itu termasuk sangat bodoh jiwanya”. (Syaikh Ibnu ‘Athoi’Illah)

Apa Kerugian Menunda Waktu Dalam Beramal ?

Kesempatan dan waktu luang tidak pernah datang untuk kedua kalinya. Karena itu selagi kita masih punya kesempatan, maka hendaknya kita memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk berbuat amal sholeh atau beramal kebajikan.Apa kerugian menunda waktu dalam beramal ? Mengapa kita harus menyegerakan dalam beramal ? Di bawah ini adalah beberapa Hadist yang memerintahkan kepada kita untuk tidak membuang atau menyia-nyiakan waktu dengan percuma :

1. Terdapat dalam hadist riwayat Bukhory yang artinya :

“Dan Ibnu Umar berkata : Rasulullah S.A.W. memegang pundakku kemudian bersabda : Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan engkau orang asing atau orang yang lewat di jalan. Dan Ibnu Umar berkata : Ketika engkau berada di waktu sore maka janganlah engkau menanti pagi, dan ketika engkau di waktu pagi, maka janganlah engkau menanti sore, dan pergunakanlah kesehatanmu untuk sakitmu, dan pergunakanlah hidupmu untuk matimu”.

2. Terdapat dalam hadist riwayat Ibnu Majah yang artinya :
“Dari Jabir Bin Abdillah ra. Berkata : Berkhutbah Rasulullah S.A.W. maka bersabda beliau : Wahai kalian manusia bertaubatlah kamu kepada Allah sebelum kamu disibukkan oleh pekerjaan. Dan sambunglah antara kamu dengan Tuhan-Mu dengan memperbanyak ingatmu kepadanya, dan perbanyaklah shodaqoh dengan secara rahasia dan terang-terangan, niscaya kamu akan diberi rizqi, ditolong dan diberi pahala”.

Dewasa ini, telah banyak orang yang hidupnya selalu disibukkan oleh pekerjaan. Oleh urusan-urusan dunia, dan oleh kehiatan-kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Ketahuilah olehmu wahai orang-orang yang ingin mengenal Tuhannya, bahwa hal itu adalah suatu kebodohan, suatu hal yang mencelakakan, karena bisa menutup pandangan mata hati dari melihat kepada-Nya.

Di samping itu masih ada hal-hal lain yang menyebabkan seseorang dikatakan bodoh dan rugi. Hal-hal tersebut antara lain :

1. Mendahulukan kepentingan dunia yang sifatnya fana (sementara) dan mengesampingkan kepentingan akhirat, padahal kehidupan di akhirat itulah merupakan kehidupan yang sesungguhnya. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Isro’ ayat 18-19 yang artinya :
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki, dan kami tentukan baginya neraka jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usaha di balas dengan baik”.

2. Sibuk menumpuk kekayaan dan kemewahan dunia, sehingga tidak punya waktu untuk berbuat kebajikan dan beramal sholeh. Mereka yang demikian ini diancam oleh Allah dengan neraka jahanam. Sebagaimana Firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat At-Takatsur ayat 1-8 yang artinya :
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk kedalam kubur. Janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui (akibatnya perbuatan itu). Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui dengan pengetahuan yang yaqin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahanam. Dan sungguh kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin (dengan mata kepala sendiri). Kemudian kamu pasti ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.

Dengan memperhatikan firman Allah di atas, maka hendaknya kita bersegera dalam beribadah kepada-Nya tanpa harus membuang-buang waktu dengan percuma atau sebelum maut menjemput.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better