Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Allah Memberi Petunjuk Melalui Dua Jalan

Allah Memberi Petunjuk Melalui Dua Jalan




 

“Amat jauh bedanya antara orang yang berlandaskan bahwa adanya Allah itu menunjukkan adanya alam dan orang yang berlandaskan bahwa adanya alam ini menunjukkan adanya Allah. Adapun orang yang berlandaskan bahwa adanya Allah itu menunjukkan adanya alam, ini dia mengerti bahwa yang haq (wujud) ini adalah milik-Nya. Maka dari itu dia menetapkan suatu perkara yang baru itu dari pada asalnya (yaitu yang menciptakan perkara baru). Sedangkan orang yang berlandaskan bahwa adanya alam ini menunjukkan adanya Allah itu disebabkan dia belum sampai kepada Allah. Kalaupun tidak demikian, maka kapankah Dia itu ghaib sehingga membutuhkan landasan guna mengetahui-Nya, dan kapan Dia itu jauh sehingga adanya sesuatu yang ada ini bisa menyampaikan kepada-Nya”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)

Allah Memberi Petunjuk Melalui Dua Jalan

Segala apa yang ada dan dimiliki manusia, tidaklah didapat secara langsung. Akan tetapi secara berangsur-angsur sesuai dengan keadaan dan kondisi dirinya. Seorang bayi yang baru lahir, ia tak akan begitu saja bisa melihat, mendengar, dan sebagainya. Kemudian secara berangsur-angsur Allah memberikan kekuatan dan kemampuan pada dirinya untuk melakukan sesuatu.

Hal yang demikian itu merupakan nikmat yang begitu besar yang harus kita syukuri, sebagaimana firman Allah yang tersebut dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 78 yang artinya :

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur”.

Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang dilahirkan dalam keadaan pandai, maka manusia diharuskan untuk banyak belajar. Dan dari sini kita bisa melihat perbedaan antara orang tahu dengan orang yang tidak tahu.
Dengan melihat dari perbedaan itulah, maka manusia dapat dibagi menjadi dua firqoh atau golongan, yakni :

1. Golongan orang yang dengan kehendak Allah dapat mengenal Tuhannya secara langsung tanpa melalui tanda atau benda-benda wujud dalam alam ini.

2. Golaongan orang yang dalam mengenal Allah dengan melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya, yakni yang berupa benda-benda wujud di alam ini.

Dengan demikian kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa Allah memberi petunjuk melalui dua jalan, yakni :

1. Allah langsung memberikan petujuk kepada orang yang dikehendaki tanpa melalui perantara.

2. Allah memberikan petunjuk dengan melalui perantaraan benda-benda ciptaan-Nya.

1 comment on this postSubmit yours
  1. 5 tolak 1 =??

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better