Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Alasan Ilmiah Tentang Puasa dan Kesehatan Otak

Alasan Ilmiah Tentang Puasa dan Kesehatan Otak




 

Otak adalah bagian paling kompleks pada tubuh manusia. Sebagai pusat berpikir, mengingat, inovasi, dan penafsiran terhadap fungsi panca indra, inisiator gerakan tubuh, dan pengendali perilaku. Otak adalah struktur yang sangat terorganisasi, terdiri atas ratusan miliar sel saraf (neoron) yang berhubungan. Jumlah jejaringnya ribuan triliun sel saraf (sinaps).

Apa sebenarnya manfaat puasa secara ilmiah ? Dan apa alasan ilmiah tentang puasa dan kesehatan otak ? Banyak faktor mempengaruhi fungsi otak, antara lain faktor genetik, psikologi/kejiwaan, lingkungan, makanan, dan minuman. Secara khusus, dalam ilmu saraf dikenal istilah plastisitas otak. Plastisitas otak mengacu pada kapasitas sistem saraf untuk mengubah struktur dan fungsinya sebagai reaksi terhadap keragaman lingkungan. Tiga bentuk utama dari plastisitas jaringan otak yang dapat dijelaskan adalah :

1. Plastisitas sinaptik yaitu ketika otak terlibat pembelajaran dan pengalaman baru, akan terjadi interaksi dan jejaring baru pada hubungan sel-sel saraf di otak.

2. Neurogenesis merupakan proses kelahiran dan proliferasi neuron baru di otak. Sel-sel saraf baru ini akan bermigrasi ke sejumlah daerah di otak di mana mereka dibutuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak/mati.

3. Fungsional kompensasi ialah pada saat seseorang menua, plastisitas otak menurun. Namun tak semua orang yang lebih tua berkinerja lebih rendah. Bahkan ada yang mengalami pencapaian kinerja lebih baik dibandingkan dengan yang lebih muda.

Baca juga : Manfaat Puasa Menurut Para Ilmuwan

Beberapa alasan ilmiah tentang puasa dan kesehatan otak adalah bahwa orang yang berpuasa melatih seseorang hidup teratur, disiplin, dan mencegah kelebihan makan. Fase istirahat setelah fase pencernaan normal 6-7 jam merupakan fase terjadinya degradasi lemak dan glukosa darah. Terjadi pula peningkatan high density lipoprotein (HDL) dan apoprotein alfa 1 serta penurunan low density lipoprotein (LDL). Ini bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena HDL berefek baik bagi kardiovaskular, sedangkan LDL berefek negatif bagi pembuluh darah.

Secara psikologis, ketenangan dan mengendalikan emosi menurunkan adrenalin. Adrenalin memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial, serta menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung.

Manfaat puasa bagi fungsi dan kesehatan otak dapat dijelaskan ilmiah. Penelitian plastisitas dan neurogenesis (kelenturan dan perkembangan otak), pada dasarnya sinapsis (jaringan otak) dapat berkembang berdasarkan faktor lingkungan, kejiwaan, dan makanan yang dikonsumsi. Dr Johansen-Berg, et al (Neuron Journal, 2012) menjelaskan, sinapsis di otak dapat berubah selama 24 jam yang terekspos pembelajaran dan latihan.

Lewat puasa sebulan penuh, berdasarkan plastisitas, neurogenesis, dan funsional kompensasi, jaringan otak diperbarui. Terbentuk rute jaringan baru di otak, yang berarti terbentuk pribadi/manusia baru secara biologis, psikologis, dan fungsional. Secara fisik, puasa mengurangi potensi stroke dan jantung koroner serta menjadikan manusia dengan pikiran lebih baik.

Sumber : Taruna Ikrar, Department of Neurobiology, University of California dalam www.health.kompas.com

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better