Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Al Jahiz, Ilmuwan Biologi Muslim

Al Jahiz, Ilmuwan Biologi Muslim




 

Al Jahiz, Ilmuwan biologi muslim pertama yang mengungkapkan teori berjuang untuk tetap hidup atau struggle for exixtence.
Al-Jahiz adalah ahli biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori evolusi dan pencetus teori rantai makanan. Ia bernama lengkap Abu Amr Usman bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Bashri. Orang-orang lebih mengenalnya dengan nama al-Jahiz. Ia dilahirkan di Basra pada 781 M dan meninggal 868 M. Nenek moyangnya keturunan Arab Negro dari Timur Afrika.

Al-Jahiz pada awalnya bekerja membantu keluarganya dengan menjual ikan di sepanjang salah satu kanal air di Basra. Meskipun kondisi keuangan keluarganya sulit, dia tetap bersemangat untuk mencari pengetahuan sejak masa mudanya. Di Basra, al-Jahiz menulis artikel tentang institusi kekhalifahan. Hal ini kemudian menjadi awal karirnya sebagai penulis. Karena ketekunan dan kesungguhannya, dia berhasil menjadi seorang penemu.

Percaya atau tidak, al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori berjaung untuk tetap hidup atau struggle for existence. Teori ini sama seperti dasar pemikiran teori Evolusi Darwin. Menurut al-Jahiz, makhluk hidup harus berjuang untuk dapat bertahan hidup.

Al-Jahiz mengungkapkan dampak lingkungan terhadap kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup atau survive. Ia mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi.

Al-Jahiz berpendapat bahwa lingkungan dapat menentukan karakteristik penghuni sebuah komunitas tertentu. Menurutnya juga, asal mula beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan tempat tinggal mereka. Meskipun teori ini masih banyak yang diperdebatkan.

Ia menulis kitab al-Hayawan. Kitab al-Hayawan adalah sebuah ensiklopedia yang berisi gambaran lebih dari 350 jenis binatang. Kitab ini dianggap sebagai karya paling penting al-Jahiz. Beliau juga sudah mampu menjelaskan metode untuk memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan sejak abad 9 M.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better