Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Adab Ketika Menyembelih Hewan

Adab Ketika Menyembelih Hewan




 

Menyembelih hewan untuk dikonsumsi ternyata tak sekadar memotong lalu tuntaslah pekerjaan. Diluar bahasan soal tata cara menyembelih hewan yang banyak diuraikan dalam bahasa fikih, maka ada banyak keutamaan yang ditegaskan oleh sunah Rasulullah SAW dalam etika dan adab ketika menyembelih hewan.

Misalnya, salah satu adab ketika menyembelih hewan hendak memastikan ketajaman alat yang digunakan untuk menyembelih. Ini penting karena ketajaman alat tersebut menjadi salah satu penentu dalam proses pengaliran darah. Darah yang tidak keluar dari tubuh hewan menjadi media tumbuhnya bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi. Oleh karenanya, sebelum memulai pemotongan, maka asahlah terlebih dahulu alat tersebut.

Dalam mengasah pisau pun, hendaknya menghindari mengasah sementara hewan yang akan disembelih melihat aktivitas penajaman itu. Ini akan membuat hewan trauma dan takut atau stress. Termasuk mempertontonkan alat pemotong tersebut di hadapan hewan. Sabda Rasulullah, “Alangkah lebih baiknya jika engkau menajamkan pisau terlebih dahulu lalu engkau membaringkannya”. Menurut berbagai penelitian, stress pada hewan bisa membuat daging menjadi asam laktat yang mampu membuat PH daging menjadi rendah.

Jangan lupa membaca basmalah dan takbir. Tidak disertakannya basmalah bisa berakibat fatal, yakni ketidakhalalan hewan yang disembelih. “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan…” (QS. Al An’am: 121)

Bagi penyembelih, maka menghadaplah ke arah kiblat. Sedangkan, posisi hewan sembelihan cukup obyek pemotongannya saja, tidak perlu wajah atau bagian tubuh hewannya. Konon, Abdullah bin Umar enggan memakan sembelihan yang dipotong dengan tidak menghadap kiblat. Riwayat yang sama datang pula dari Ibnu Sirin dan Jabir bin Zaid.

Saat memotong hewan, sembelihlah dengan cepat. Jangan memperlambat proses pemotongan. Ini guna menghindari penganiayaan yang berlebihan terhadap hewan. Untuk hewan-hewan berukuran besar seperti sapi, unta, kerbau atau kambing, giringlah ke tempat pemotongan hewan dengan perlahan dan lemah lembut. Jangan bersikap kasar pada hewan dan seyogyanya agar memberikan hewan tersebut minuman terlebih dahulu.
Jauhi sikap berlebih-lebihan saat memotonh hewan, misalnya hingga kepalanya putus. Hindari melakukan aktivitas apa pun seperti memotong kepala atau mengliti kulit hewan sebelum kondisi hewan benar-benar tak bernyawa atau tak lagi bergerak.

Ada sunnah lain yang berkaitan dengan penyeleksian hewan yang hendak disembelih, seperti tidak memilih hewan yang tengah menyusui dan kondisi kantong susunya membesar. “Janganlah engkau menyembelih hewan yang penuh kantong susunya”. (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah). Perlakukan baik saat menyembelih, ihsan adzdzabh, sebenarnya manfaatnya juga akan kembali kepada kesehatan manusia itu sendiri.

 

10 Adab Ketika Menyembelih Hewan

Berikut secara singkat beberapa adab yang perlu diperhatikan dalam proses penyembelihan hewan:

1. Gunakan pisau yang setajam mungkin. Semakin tajam, semakin baik. Dari Syaddad bin Aus RA. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelilah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya”. (HR. Muslim)

2. Tidak mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan. (HR. Ahmad, Ibnu Majah)
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di leher kambing, kemudian dia menajamkan pisaunya, sementara binatang itu melihatnya. Lalu beliau bersabda: “Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelumnya? Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!” (HR Ath-Thabrani)

3. Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
Disebutkan dalam Mausu’ah Fiqhiyah: Hewan yang hendak disembelih dihadapkan ke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan demikian, cara yang tepat untuk menghadapkan hewan ke arah kiblat ketika menyembelih adalah dengan memposisikan kepala di selatan, kaki di barat, dan leher menghadap ke barat.

4. Membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri.
Imam An-Nawawi mengatakan, terdapat beberapa hadist tentang membaringkan hewan (tidak disembelih dengan berdiri) dan kaum muslimin juga sepakat dengan hal ini. Para ulama sepakat, bahwa cara membaringkan hewan yang benar adalah ke arah kiri. Karena ini akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegangi leher dengan tangan kiri. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21 : 197)

5. Menginjakkan kaki di leher hewan.
Sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Anas bin Malik r.a beliau mengatakan Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor domba. Aku lihat beliau meletakkan kaki beliau di leher hewan tersebut, kemudian membaca basmallah…(HR. Bukhari dan Muslim)

6. Beberapa saat sebelum menyembelih, harus membaca basmalah. (QS. Al-An’am:121)

7. Disembelih dengan cepat untuk meringankan apa yang dialami hewan kurban.

8. Pastikan bahwa bagian tenggorokan, kerongkongan, dua urat leher (kanan-kiri) telah pasti terpotong.

9. Sebagian ulama menganjurkan agar membiarkan kaki kanan bergerak, sehingga hewan lebih cepat meregang nyawa.

10. Tidak boleh mematahkan leher sebelum hewan benar-benar mati. Para ulama menegaskan, perbuatan semacam ini hukumnya dibenci. Karena akan semakin menambah rasa sakit hewan kurban. Demikian pula menguliti binatang, memasukkannya ke dalam air panas dan semacamnya. Semua itu tidak boleh dilakukan kecuali setelah dipastikan hewan itu benar-benar telah mati.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2018 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better