Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

Abbas ibnu Firnas, Manusia Terbang Pertama

Abbas ibnu Firnas, Manusia  Terbang Pertama




 

Abbas ibnu Firnas, manusia terbang pertama, karena beliau adalah salah satu orang pertama yang mencoba untuk terbang. Nama asli Abbas ibn Firnas adalah Abbas Qasim Ibnu Firnas. Orang-orang Eropa mengenalnya dengan nama Armen Firman.

Ia dilahirkan pada tahun 810 M di Rhonda, Spanyol pada saat pemerintahan Umayyah di Andalusia (Spanyol). Abbas ibn Firnas meninggal karena cidera punggung akibat kegagalan melakukan uji coba pesawat layangnya. Abbas ibn Firnas berfikir, “Kalau burung bisa terbang, pasti manusia bisa membuat alat agar bisa terbang juga.” Abbas bersungguh-sungguh memperhatikan burung-burung yang sedang terbang. Ia menyimpulkan burung bisa terbang karena punya sayap.

Pada tahun 852. Abbas membuat pengumuman yang menghebohkan warga Cordoba. Ia akan ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita dengan menggunakan ‘sayap’ yang dipasangkan ditubuhnya. Dengan persiapan yang matang dan usaha yang keras, ia membuat pesawat layang, berupa sayap yang membentang di kedua tangannya. Dia berhasil terbang dari menara Masjid Mezquita. Beberapa saat setelah puas terbang, tibalah saatnya untuk mendarat. Dia berusaha mengarahkan sayapnya untuk melayang ke bawah dengan susah payah. Namun, Abbas ibn Firnas kesulitan untuk mengurangi kecepatan terbangnya. Akhirnya, dia jatuh dan terluka saat mendarat di tanah. Dia lupa membuat rem untuk mengurangi kecepatan terbang. Namun, Abbas tidak menyerah dan berusaha untuk memperbaiki hasil ciptaannya. Selain sayap, burung juga memiliki ekor, sehingga burung bisa memperlambat kecepatannya ketika mendarat dengan memanfaatkan ekornya.

Berkat penemuan Abbas ibn Firnas, orang-orang menjadi tahu bahwa manusia bisa terbang dengan menggunakan sayap. Sayap seperti yang ditemukan oleh Abbas itu sekarang disebut sebagai hang glider. Di kemudian hari, penemu-penemu berikutnya menambahkan mesin dan baling-baling, sehingga menjad pesawat seperti yang sering kita lihat sekarang ini.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better