Aku bertanya kepada seorang anak yang sedang berjalan sambil membawa lilin, "Dari mana cahaya itu berasal ? Tiba-tiba ia meniupnya lalu berkata,"Katakan kepadaku kemana perginya, maka aku akan mengatakan kepadamu dari mana asalnya."

4 Macam Permohonan Seorang Hamba Kepada Allah

4 Macam Permohonan Seorang Hamba Kepada Allah




 

“Permohonanmu kepada Allah (dalam hal rizqi) mengandung pengertian bahwa Dia tidak memberi rizqi kepadanya, permohonanmu kepada Allah agar kamu dekat kepada-Nya itu mengandung pengertian bahwa Dia jauh dari padanya, permohonanmu selain Allah itu berarti sedikit rasa malumu kepada-Nya, dan permintaanmu dari selain Allah karena adanya kamu jauh darp pada-Nya”. (Syaikh Ibnu ‘Atho’Illah)

Menurut Ibnu Atho’illah r.a. bahwa 4 macam permohonan seorang hamba kepada Allah, yaitu :

1. Memohon tambahan rizqi agar bisa lebih giat dalam beribadah. Kalau ada seseorang yang memohon seperti itu, maka berarti ia telah menuduh Allah tidak mencukupi kebutuhan-kebutuhannya. Hal ini bertentangan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 52 yang artinya :
“Dan tidaklah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rizqi, dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendakinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan bagi kaum yang beriman”.

2. Memohon agar dirinya bisa dekat kepada Allah. Kalau ada seseorang mempunyai permohonan seperti ini, maka berarti ia jauh dari-Nya, padahal sebenarnya Allah itu dekat, sebagaimana Firman-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 187 yang artinya :
“Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku maka (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat”.

3. Memohon kepada selain Allah, hal ini jelas bertentangan dengan Al-Qur’an Surat As-Syuaroq ayat 213 yang artinya :
“Maka janganlah engkau menyeru (menyembah) Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan engkau termasuk orang-orang yang disiksa”.

4. Permohonan dari selain Allah. Yakni permohonan yang justru menjauhkan seseorang dari-Nya.
Karena itu, seseorang yang memohon kepada Allah hendaklah didasarkan karena semata-mata beribadah kepada-Nya, dan bukan karena menurutkan hawa nafsu belaka.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

Jawab Pertanyaan Ini :

Sufistik © 2017 All Rights Reserved

Perjalanan Ruhani Menuju Ilahi

Designed by wpshower

Powered by WordPress

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better